Kasus asuhan keperawatan diet kolonoskopi

Otak menerima rangsang keinginan untuk BAB dan sfingter anus eksterna diperintahkan untuk relaksasi, sehingga rektum mengeluarkan isinya dengan bantuan kontraksi otot dinding perut.

Anoskopi dianjurkan untuk menemukan hubungan abnormal pada saluran cerna, tukak, wasir, dan tumor. RM Djoelham kota Binjai.

Merangsang peristaltik, sehingga meningkatkan motilitas usus besar. Individu di atas usia 60 tahun juga terbukti mempunyai kadar plasma beta-endorfin yang meningkat, disertai peningkatan ikatan pada reseptor opiate endogen di usus.

Saluran limfe mengumpulkan, menggiring dan menyalurkan kembali ke dalam limfenya yang dikeluarkan melalui dinaing kapiler halus untuk membersihkan jaringan.

Penatalaksanaan Medis Anemia Aplastik Mereka yang berusia kurang dari 60th, sehat, dan menemukan donor kompatibel dapat disembuhkan dengan transplantasi sumsum tulang BMT atau dengan transplantasi sel induk darah perifer PBSCT Penyakit ini juga bisa ditangani dengan terapi imunosupresif, yang umumnya menggunakan kombinasi globulin antitimosit ATG dan siklosporin atau androgen.

Pada stadium III sel kanker sudah menyebar ke sebagian kelenjar limfe yang banyak terdapat di sekitar usus. Peningkatan stres psikologi. Lambung Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kacang kedelai, terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus dan antrum.

Yang berhubungan dengan konstipasi tipe ini adalah kram pada abdominal, meningkatnya jumlah mukus dan periode bertukar-tukarnya antara diare dan konstipasi.

Karena susunan anatomi neuron dalam bagian medulla spinalis ini, maka impuls-impuls saraf menjalar keluar medulla spinalis sepanjang serabut motorik parasimpatis yang mempersarafi otot-otot polos kolon desenden dan sigmoid, rektumdan spingter ani interna.

Antibiotik Untuk mencegah terjadinya infeksi misalnya bronkopneumonia yang dapat menyebabkan kematian, dapat diberi antibiotik yang jarang menyebabkan alergi, berspektrum luas dan bersifat bakteriosidal misalnya gentamisin dengan dosis 2 x 80 mg. Selanjutnya seperti yang telah dibicarakan sebelumnya proses penyerapan zat makanan terjadi di usus halus melalui villi dan mikrovilli.

Bisakodil, Fenolptalein. Penderita dianjurkan mengadakan waktu secara teratur setiap hari untuk memanfaatkan gerakan usus besarnya. Pemeriksaan bronchoscopy, esophagogastro duodenoscopy EGDdan kolonoskopi dapat dilakukan.

Setelah beberapa menit,refleks defekasi akan mereda ; tetapi biasanya akan aktif kembali setelah beberapa jam. Ketika larutan hipertonik memasuki duodenum, osmosis terjadi di dalam lumen. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung. Kanalikuli ini membawa empedu yang baru disekresi ke duktus yang lebih besar yang terletak di bagian perifer.

Proses menua yang normal tidak mengakibatkan perlambatan dari perjalanan saluran cerna. Klien yang mengonsumsi diet rendah serat dalam bentuk hewani misalnya daging, produk-produk susu, telur dan karbohidrat murni makanan penutup yang berat sering mengalami masalah konstipasi, karena bergerak lebih lambat didalam saluran cerna.

Yang terakhir ditandai adanya perasaan sumbatan pada anus. Melatih usus besar adalah suatu bentuk latihan perilaku yang disarankan pada penderita konstipasi yang tidak jelas penyebabnya.Masalah ini yang menjadikan bahasan dalam asuhan keperawatan dengan obesitas menjadi sangat menarik untuk di angkat dan di pelajari kelompok kami, harapan kami semoga apa yang kami tulis dalam karya kami dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kami mahasiswa keperawatan khususnya.

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena, atas rahmatnya akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Congestif Heart Failure (CHF)”.

Untuk mengetahui pemberian asuhan keperawatan pada kasus hemoroid yang dimulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi BAB II KONSEP TEORI. Konstipasi merupakan keluhan saluran cerna terbanyak pada usia lanjut. Kasus konstipasi umumnya diderita masyarakat umum sekitar 4% sampai 30% pada kelompok usia 60 tahun ke atas.

Demikian akhir kata penulis, a pabila banyak kesalahan dan kekurangan dalam penulisan dan keterbatasan materi penulis mohon maaf.

Semoga Asuhan Keperawatan ini bermanfaat dan berguna bagi pembaca pada umumnya serta profesi pada khususnya. BAB III: Tinjauan kasus, bagian ini membahas tentang kesenjangan – kesenjangan yang terjadi antara teori dan kasus, yang diambil mulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan .

Kasus asuhan keperawatan diet kolonoskopi
Rated 0/5 based on 13 review